Jumat, 29 November 2013
katalis dalam dunia industri
PERANAN
KATALIS DALAM
BIDANG INDUSTRI
![]() |
Oleh XI IPA
3 :
AULIA RACHMA
DENY SAFITRI (03)
MAGVIE ALCHA
HIDAYAH YUNARDI (17)
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadiarat Tuhan Yang
Maha Esa karena berkat rahmat, taufik, dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
tugas makalah kimia yang berjudul “PERANAN KATALIS DALAM BIDANG INDUSTRI”.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kimia bab laju reaksi dan untuk
mengetahui peranan katalis dalam bidang industri.
Kami menyadari dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu
kritik dan saran sangat kami perlukan. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami, antara lain:
1. Guru
kimia kelas XI IPA 3
2. Serta
segenap pihak yang membantu kami dalam proses penyelesaian makalah ini baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan banyak
manfaat bagi pembaca.
Talun, 24 November
2013
Penulis
LATAR BELAKANG
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi reaksi kimia
pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu
sendiri (lihat pula katalisis).
Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan
sebagai pereaksi ataupun produk.
Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi
pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi.
Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi
aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi
yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerap. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. katan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantara kimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik, di mana C melambangkan katalisnya:
A + C → AC (1)
B + AC → AB + C (2)
Meskipun
katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh
reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi,
A + B + C → AB + C
katalis
tidak termakan atau pun tercipta. Enzim adalah biokatalis. Penggunaan
istilah "katalis" dalam konteks budaya yang lebih luas, secara bisa
dianalogikan dengan konteks ini.
beberapa
katalis ternama yang pernah dikembangkan di antaranya katalis Ziegler-Natta yang digunakan untuk produksi masal
polietilen dan polipropilen. Reaksi katalitik yang paling
dikenal ialah proses Haber untuk sintesis amoniak, yang menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik--yang dapat menghancurkan produk
samping knalpot yang paling bandel--dibuat dari platinadan rodium.
PEMBAHASAN
PENERAPAN
KONSEP LAJU REAKSI DALAM INDUSTRI
TUJUAN :
.Adapun
tujuan dari penulisan tugas ini yaitu:
- Menjelaskan apa saja peranan katalis dalam dunia industri.
- Menjelaskan cara kerja katalis dalam industri roti
- Menjalaskan cara cracking minyak bumi
1. Pembuatan
Amonia menurut proses Haber-Bosch
Dalam proses pembuatannya banyak
diterapkan prinsip dalam ilmu kimia, diantaranya sifat-sifat larutan,
kelarutan, kejenuhan larutan, konsentrasi larutan, dansebagainya. Semua itu
termasuk factor yang harus diperrhatikan dalam proses pembuatan minuman
olahraga itu. Dengan mengetahui cara proses pembuatan yang baik dari
minuman-meinuman olahraga tersebut serta kandungan-kandungan yangsebaiknya ada
dan ditiadakan di dalamnya maka siswa dapat memilah produk yanglebih layak
untuk dikonsumsi. Lebih jauhnya ketika mereka terjun ke masyarakat
atau berkecimpung di dunia yang berhubungan dengan produksi minuman
sejenis itu maka produk yang dihasilkan itu akan lebih baik dan
berkualitas daripada yang sebelumnyadikenal olehnya.
Penerapan laju reaksi dalam
industry kimia dapat ditemukan pada penggunaan katalis pada industry pembuatan
ammonia menurut proses Haber-Bosch . Dalam pembuatan gas ammonia dilakukan
dengan mereaksikan gas nitrogen dengan gas hidrogen Nitrogen terdapat melimpah
di udara, yaitu sekitar 78% volume. Walaupun demikian, senyawa nitrogen tidak
terdapat banyak di alam. Satu-satunya sumber alam yang penting ialah NaNO3
yang disebut Sendawa Chili. Sementara itu, kebutuhan senyawa nitrogen semakin
banyak, misalnya untuk industri pupuk, dan bahan peledak. Oleh karena itu,
proses sintesis senyawa nitrogen, fiksasi nitrogen buatan, merupakan proses
industri yang sangat penting. Metode yang utama adalah mereaksikan nitrogen
dengan hidrogen membentuk amonia. Selanjutnya amonia dapat diubah menjadi
senyawa nitrogen lain seperti asam nitrat dan garam nitrat.
Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan
hidrogen ditemukan oleh Fritz Haber (1908),
seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia
untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur
kimia juga dari Jerman.Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah :
Berdasarkan prinsip kesetimbangan
kondisi yang menguntungkan untuk ketuntasan reaksi ke kanan (pembentukan NH3)
adalah suhu rendah dan tekanan tinggi. Akan tetapi, reaksi tersebut berlangsung
sangat lambat pada suhu rendah, bahkan pada suhu 500oC sekalipun.
Dilain pihak, karena reaksi ke kanan eksoterm, penambahan suhu akan mengurangi
rendemen. Proses Haber-Bosch semula dilangsungkan pada suhu sekitar 500oC
dan tekanan sekitar 150-350 atm dengan katalisator, yaitu Fe2O3
Katalis ini mempercepat laju reaksinya dengan cara mengadsorbsi zat-zat
pereaksi pada permukaannya, reaksinya sebagai berikut:
Seiring dengan kemajuan teknologi,
digunakanlah tekanan yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk
mengurangi reaksi balik, maka amonia yang terbentuk segera dipisahkan.
Mula-mula campuran gas nitrogen dan hidrogen dikompresi (dimampatkan) hingga
mencapai tekanan yang diinginkan. Kemudian campuran gas dipanaskan dalam suatu
ruangan yang bersama katalisator sehingga terbentuk amonia.
2. Dalam
industri roti
Katalis yang digunakan dalam
pembuatan roti adalah enzim zimase yang merupakan bio katalis.Penambahan zimase
dilakukan pada proses peragian pengembangan roti.Ragi di tambahkan ke dalam
adonan sehingga glukosa dalam adonanterurai menjadi etil alkohol dan karbon
dioksida.
Penguraian berlangsung dengan
bantuan enzim zimase yang dihasilkan ragi.
Pada proses ini, CO berfungsi
mengembangkan adonan roti.Banyaknya rongga kecil pada roti membuktikan
terjadinya gelembung CO saat peragian
3. Perengkahan Minyak Bumi (
CRACKING)
CRACKING dalam bahasa Indonesia sering juga diterjemahkan
sebagai perengkahan. Secara garis besar reaksi perengkahan adalah reaksi
pemutusan ikatan C-C dari suatu senyawa hidrokarbon. Perengkahan dibagi menjadi
dua jenis yaitu perengkahan termal (Thermal cracking) dan perengakahan
katalitik (Catalytic cracking). Perengakahan termal pemutusan ikatan C-C dapat
berlangsung sebagai akibat kenaikan temperatur yang tinggi, sedangkan pada
perengkahan katalitik, reaksi pemutusan C-C berlangsung dengan peran serta
katalis dalam reaksi.
Sejak 1940 cracking adalah proses penting dalam industri
minyak bumi. Proses ini digunakan untuk memproduksi gasolin (fraksi bensin dan kerosin) dari minyak
berat atau crude oil. Proses dapat berlangsung melalui dua mekanisme yaitu
mekanisme radikal yang dilakukan secara termal (dengan temperatur tinggi) atau
secara katalitik.
Thermal Cracking
Thermal cracking dilakukan pada temperatur bervariasi dari
455oC hingga 730oC dan tekanan bervariasi dari tekanan normal hingga 1000 psig.
Mekanisme yang terjadi adalah pemutusan ikatan C-C homolitik. Reaksi bersifat
ireversibel endotermis . Thermal cracking dari molekul parafin umumnya akan
menghasilkan rantai dengan ukuran molekul yang lebih rendah yang umumnya masuk
dalam golongan paranin dan olefin.
Sebagai contoh:
R-CH2=CH2-CH2-R ¾® R-CH=CH2 ¾]-CH3-R
MEKANISME:
- Radikal primer mengalami pemutusan pada posisi karbon b (b-fission) membentuk molekul etena.
RCH2CH2 ¾® R + CH2=CH2
- Radikal primer menyerang molekul parafin membentuk molekul stabil parafin yang baru dan radikal sekunder
RCH2CH2
+ R’-CH2-CH2-CH2-R’’ ¾® R-CH2-CH3 +
R’-CH2-CH2-CH2-R”
- Dapat terjadi perpindahan posisi hidrogen pada molekul yang sama bila rantai hidrokarbon poanjang dan membentuk rantai paradin memberntuk radikal primer yang terdiri dari 5 hingga 6 karbon ( C ).
- Radikal sekunder dapat mengalami b-fission membentuk radikal primer dan a-olefin
R-CH2-CH2-CHR ¾®
RCH2 + R’CH=CH2
Perengkahan
termal pada umumnya berlangsung pada kondisi temperatur bervariasi dari 4550C
sampai 7300C dan tekanan normal sampai 1000 psig. Pada kondisi
reaksi yang sama akan terjadi pemutusan ikatan C-C (C-C bond scission),
dehidrogenasi, isomerisasi dan polimerisasi. Namun demikian, reaksi yang
disebutkan pertama tersebut adalah reaksi yang utama. Sebagai contoh reaksi:
R-CH2-CH2-CH2-R R-CH2=CH2
+ CH3-R
Reaksi
pemutusan ikatan C-C dari suatu molekul parafin akan menghasilkan molekul lebih
ringan jenis parafin dan olefin.Olefin juga akan dihasilkan melalui
dehidrogenasi reversibel dari parafin:
R-CH2-CH3 R-CH=CH2 +
H2
Reaksi-reaksi
tersebut bersifat endotermis.
Olefin
yang terbentuk dari kedua reaksi tersebut di atas dapat mengalami reaksi lebih
lanjut:
Isomerisasi
: CH3-CH3-CH=CH2 CH3-CH=CH-CH3
Dehidrogenasi
: CH3-CH3-CH=CH2 CH2=CH2-CH=CH2
Polimerisasi
: 2 CH3-CH3-CH=CH2 CH3-C-CH2-C=CH2
Isomerisasi dan dehidrogenasi merupakan reaksi endotermis
sedangkan polmerisasi merupakan reaksi eksotermis.
Beberapa
hal yang dapat terjadi:
1. Pada perengkahan termal, naften
dengan cincin aromatik tunggal lebih stabil dibandingkan parafin dan olefin,
meskipun pada temperatur tinggi akan dihasilkan pembukaan cincin.
2. Dehidrogenasi dapat terjadi
membentuk cincin aromatik tak jenuh atau senyawa aromatik.
3. Polimerisasi
menghasilkan olefin atau senyawa dengan berat molekul sangat tinggi
4. perengkahan
lanjutan menghasilkan etena dan propena
Catalytic
Cracking
Untuk merngurangi kebutuhan energi yang
cukup besar serta menghasilkan produk dengan selektifitas yang tinggi,
digunakan berbagai katalis termasuk dalam proses perengkahan. Katalis
perengkahan dalam industri minyak bumi umumnya merupakan katalis heterogen atau
padatan dengan luas permukaan dan keasaman yang tinggi serta stabilitas
termal yang cukup besar. Luas permukaan katalis yang
digunakan dalam proses ini berkisar antara 300m2/gram hingga 700 m2/gram.
Bahan padatan
tersebut antara lain adalah g-alumina, Aluminium oksida (Al2O3),
Silika alumina, zeolit dan clay. Pada produksi gasolin, dilaporkan penggunaan
katalis pada perengkahan minyak bumi menghasilkan angka oktan yang tinggi.
Mekanisme dasarnya adalah pada pembentukan muatan elektrik suatu molekul yang
disebabkan oleh keasaman padatan katalis.
Dilakukan menggunakan katalis dengan luas permukaan
spesifik yang tinggi (300 higga 700 m2/g), memiliki sifat asam dan
stabil pada temperatur tinggi.
Mekanisme :
- Catalytic Cracking terjadi melalui pembentukan karbokation dari mokekul yang berlanjut pada penyerangan molkeul yang lain:
Pembentukan karbokation baru dan
pemutusan ikatan C-C dari molekul didasarkan pada kestabilan hiperkonjugasi
yang mungkin dalam molekul
Karbokation
yang terbentuk bersifat sangat reaktif dan dapat menyerang parafin atau naften
menghasilkan karbokation baru.
RCH2-CH=CH2
+ (CH3)3CH -----> (CH3)3C +
RCH2-CH2-CH3
Senyawa aromatik tersubtitusi alkil
dapat bereaksi dalam beberapa mekanisme , salah satunya pemutusan rantai
- Aromatik tersubstitusi alkil dapat menghasilkan karbokation dan senyawa aromatik
- Perpindahan hidrogen (hidrogen shift) dan perpindahan metil (methyl shift) dari karbokation dapat terjadi membentuk produk isomer.
- Dapat terjadi siklisasi pada hidrokarbon rantai panjang
KESIMPULAN
Katalis sangat berperan dalam mempercepat laju reaksi,agar suatu zat dihasilkan sebanyak
mungkin suatu reaksi kimia harus diusahakan supaya berlangsung ke arah hasil
reaksi (ke arah kanan) jika reaksinya merupakan reaksi kesetimbangan, maka
faktor-faktor konsentrasi, suhu, tekanan gas, serta katalis harus diperhitungkan
agar reaksi itu berlangsung cepat dan ekonomis.
Dalam dunia industri katalis sangat
bermanfaat. Yang sering digunakan adalah :
- Pembuatan Amoniak dengan proses Proses Haber-Bosch
- Dalam industri roti
- Cara cracking minyak bumi
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)



